Wednesday, February 18, 2009

me abis dah study di UPM :)

Assalamualaikum alhamdullilah me dah selesai stage 2 dlm pengajian me , me dah selesai ambik BA English di upm :D setelah segala kesusahan selama 3 thn setengah, akhirnya im done doing my B.A! alhamdullilah sgt2!

Wednesday, February 11, 2009

iman

"Iman di hati kunci utama ke arah perubahan sikap. Ia secara automatik akan mengubah manusia secara bertahap-tahap.Transformasi, reformasi, evolusi, revolusi atau apa sahaja istilahnya, mesti berlandaskan soal hati"-Pahroal Mohamad Juoi.

"Masalah ialah perkara normal dalam kehidupan manusia. setiap kali anda ditimpa masalah, ingatlah; pada hari ini, berjuta org ditimpa masalah dan anda salah seorang daripadanya."-ahmad fadzli yusof.

Tuesday, February 10, 2009

semut



"Sifat tawakal dan ikhtiar yang boleh kita pelajari daripada semut. Jangan sekali-kali bergantung kepada sesama mahluk dalam soal rezeki.Bergantunglah hanya pada Allah"-majalah solusi keluaran isu number dua.

Tuesday, February 03, 2009

Subahanallah!

Wednesday, January 21, 2009

hurm

assalamualaikum

ari ni saya rasa xberapa nak best sbb xtau ah kenapa, bnyk sgt perkara di dalam perkara,heh apa lah my words ni, ada bnyk perkara dlm pemikiran saya haaaa baru betol hehe, hurm antaranya spt kawan2 saya yg behave like they not supposed to behave, sumtime ppl who are married acting like they are not married. sumtime kita act like kita dosent care abt how other ppl who closed to us will feel abt our acting, kita berkelakuan spt kita xda perasaan dan kita berangapan bahawa aku xkacau korang korang jgn kacau aku! betol ker cara kita kalo kita buat mcm tu? xker dlm islam kita sepatutnya menjaga hati org lain, kita patot mengambil tahu hal org lain bukan membiarkan, tapi la org melayu suka terbalik dlm segala hal, contoh terbalik, wakturaya haji kita xmenyambut secara meriah tapi aidil fitri disambut dengan meriah, padahalnyakan raya kebesaran umat islam adalah aidil adha dan pasal tu takbir sampai raya ke 3 ker ke 4ek lupa plak, hurm

tah ah nyampah ah :(

Sunday, January 18, 2009

musim pilihanraya antara universiti2 di msia

hangat bila surau di API ada kepala babi dan bendera pas! adakah ini cara bagaimana student2 universiti kita berkempen? cara kotor dan juga bodoh? adakah ini caranya student2 universiti berfikir? adakah kita akan melahirkan graduan yg mempunyai cara pemikiran yg baik dan adakah ini gayanya bakal pemimpin generasi muda akan dtg di msia? rasa me malang sungguh kita bila ada student2 mcm ni berada di uni2 kita, itu xtermasuk uni2 lain antaranya seperti uni islam, ukm upsi upm n etc? mcm2 cerita kita xdengar di media massa! bnyk cerita2 buruk yg berlaku di uni2 tersebut hnya mereka2 yg bekerja di uni2 ini sahaja yg tahu cerita nya sayang kan kita ada graduan2 yg xberahlaq, beragama hnya pd nama! nauzzubillah!

sila lihat website ini tuk membaca dan melihat apa yg berlaku di UM http://mahasiswakini.com/archives/879#more-879

Friday, January 16, 2009

Mandikan ku bonda

MANDIKAN AKU BONDA...

Di bawah ini adalah salah satu contoh tragis.
Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya sampai
akhirnya....
...
Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan
memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya
sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademik maupun profesion yang
akan diceburinya. ''Why not the best,'' katanya selalu, mengutip ucapan
seorang mantan presiden Amerika.

Ketika Universiti menghantar mahasiswa untuk studi International Law di
Universiteit Utrecht , Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih
memilih menyelesaikan pendidikan kedoktoran.
Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ''selevel''; sama-sama
berprestasi, meski berbeda profesion.

Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani dilantik sebagai staf
diplomat, bertepatan dengan selesainya suami dia meraih PhD. Lengkaplah
kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf
pertama hijaiyah ''alif'' dan huruf terakhir ''ya'', jadilah nama yang
enak didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud
menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.

Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani
semakin menggila. Bak garuda, hampir setiap hari ia terbang dari satu kota
ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.

Sebenarnya saya pernah bertanya, ''Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk
ditinggal-tinggal? '' Dengan pantas Rani menjawab, ''Oh, saya sudah
mengandaikan segala sesuatunya. Everything is OK!'' Ucapannya itu
betul-betul ia buktikan. Layanan dan perhatian anaknya, ditangani secara
profesional oleh baby sitter "mahal". Rani cuma mengawal jadual Alif
melalui telefon. Alif membesar menjadi anak yang kelihatan lincah, cerdas
dan mudah mengerti.

Nenek-neneknya selalu menonjolkan kebanggaan mereka kepada cucu yang amat
dikasihi itu, tentang kehebatan ibu-bapanya. Tentang jawatan dan nama
besar, tentang kekerapan menaiki pesawat, dan wan g yang banyak.
''Contohlah ayah-bonda Alif, kalau Alif besar nanti.'' Begitu selalu
nenek Alif, ibu Rani, berpesan di akhir cerita sebelum tidurnya.
Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut
dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih
pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan
seorang adik buat Alif. Sungguh anak kecil ini "memahami" orang tuanya.
Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya
mewarisi karaktor ibunya yang bukan perengek.

Meski kedua orangtuanya kerap pulang lewat, ia jarang sekali
merungut.Bahkan, kata Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan
penuh ceria. Maka, Rani menyapanya ''malaikat kecilku''.

Sungguh keluarga yang bahagia, fikir saya. Meskipun kedua orangtuanya
super
sibuk, Alif tetap membesar penuh cinta. Diam-diam, saya irihati pada
keluarga ini. Suatu hari, sebelum Rani berangkat ke pejabat, entah mengapa
Alif
menolak dimandikan baby sitter. "Alif ingin Bonda mandikan", ujarnya penuh
harapan. Serba salah saja Rani, yang setiap detik waktunya sangat
berharga,
gusar. Ia menolek permintaan Alif sambil terus berdandan dan mempersiapkan
keperluan pejabatnya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi
dengan Tante Mien, baby sitter-nya.

Sesungguhnya, Alif mengerti dan menurut, meskipun wajahnya berkerut.
Peristiwa ini berulang sampai hampir seminggu. ''Bonda, mandikan aku!''
kian lama suara Alif penuh tekanan. Lalu, Rani dan suaminya berfikir,
mungkin itu kerana Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih
minta perhatian. Setelah dipujuk-pujuk, akhirnya Alif dapat
ditinggal juga.

Pada satu petang, saya dikejutkan oleh telefon Mien, si baby sitter. 'Puan
doktor, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency." Dengan
pantas, saya terus ke ICU. But it was too late. Allah swt sudah punya
rencana lain. Alif, si malaikat kecil, telah dipanggil pulang oleh-Nya.

Rani, ketika diberi tahu tentang Alif, sedang meresmikan pejabat barunya.
Ia sangat terperanjat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia
adalah memandikan putranya. Setelah seminggu Alif mula menuntut
dimandikan,
Rani memang
menyimpan komitmen untuk suatu masa memandikan anaknya sendiri.

Dan siang itu, janji Rani terkabul, meskipun setelah tubuh si kecil
terbaring kaku. ''Ini Bonda Lif, Bonda mandikan Alif,'' ucapnya lemah, di
tengah-tangah jamaah yang sunyi. Satu persatu rakan Rani menjauhi dari
sisinya, berusaha menyembunyikan tangisan.

Ketika tanah merah telah menutup jasad si kecil, kami masih berdiri di
sisi
pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu, berkata, ''Ini sudah
takdir, ya kan . Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan,
kalau sudah masanya, ia dia pergi juga kan ?" Saya diam saja.

Rasanya Rani memang tak memerlukan hiburan dari orang lain. Suaminya tegak
seperti tak bernyawa. Wajahnya pucat, pandangannya kosong. "Ini
konsekuensi
dari sebuah pilihan," ujar Rani, tetap mencuba tegar dan kuat. Hening
seketika. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja.

Tiba-tiba Rani berlutut. "Aku ibunyaaa!" teriaknya seperti histeria, lalu
meraung hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis,
lebih-lebih lagi tangisan yang meledak. "Bangunlah Lif, Bonda mau mandikan
Alif. Beri kesempatan Bonda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif.."
Rani merintih merayu-hiba. Seketika kemudian, ia mencampakkan dirinya ke
pusara dan tertelungkup di atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah
yang
menaungi jasad Alif. Senja pun makin tua.

-- Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi dapat menolongnya.
-- Hal yang nampaknya mudah sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan
yang amat sangat.
-- Sering kali orang yang sibuk 'di luar', asik dengan dunianya dan
ambition sendiri hingga mengabaikan orang-orang disampingnya yang
disayanginya. Akan masih ada waktu 'nanti' buat mereka jadi abaikan saja
dulu.
-- Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahawa pengertian dan kasih
sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan mengerti
kerana mereka menyayanginya dan tetap akan ada.
-- Pelajaran yang sangat menyedihkan.

Semoga yang membacanya dapat mengambil iktibar yang terkandung dalam kisah
tersebut.

mungkin kita kerja luar untuk sehari dua dan permintaan si kecil yang
selalu tinggal dengan bibik kita ambil mudah, minta air kita suruh bibik
ambik, sikat rambut, bibik sikat, mandi dan berpakaian seperti di atas,
pastinya bibik juga....kadang kala tidur si kecil pun dengan
bibik...untunglah mereka yang dapat bersama anak selalu. Mungkin juga
bukan
sahaja anak-anak kita, bagaimana pula suami/isteri/ ayah dan ibu di
kampung.....

So, doa-doalah agar kurang out station kita, kalau perlu juga, doa-doalah
kita sempat lihat wajah mereka apabila pulang nanti...

Nazri